MENGENAL USAHA KONSINYASI

penjualan konsinyasi
Apa Itu Usaha Konsinyasi?

Usaha konsinyasi adalah sebuah bentuk kerjasama penjualan yang dilakukan oleh pemilik barang/produk dengan penyalur (toko). Dimana pemilik produk nanti menitipkan barangnya kepada penyalur untuk dijual di tokonya.

Sebagai contoh kalau kita ke warung kelontong, biasanya kita menemukan ada kotak kaleng berwarna biru yang berisi kerupuk digantung di dinding toko. Dalam 3 hari selalu ada orang yang mengecek kerupuk yang terdapat pada kotak kaleng tersebut, apabila setelah dicek terdapat kerupuk yang laku terjual, orang tersebut akan mendapatkan uang setoran dari pemilik toko atas penjualan kerupuk tersebut. Apabila ada kerupuk yang tidak laku, orang tersebut akan menariknya kembali dan menggantinya dengan kerupuk yang baru.

Dari contoh kasus di atas, dapat kita kategorikan bahwan kedua pihak sedang menjalankan usaha konsinyasi. Yaitu si pemilik kerupuk selaku produsen menitipkan kerupuknya ke pemilik toko yang bersedia menjual kerupuk tersebut. Si pemilik toko dalam kasus di atas tidak harus mengeluarkan modal untuk menjual kerupuk tersebut.


Kelebihan dan Kekurangan Sistem Penjualan Konsinyasi

Setiap usaha apapun selalu dibarengi dengan kelebihan dan kekurangan yang mengikuti. Begitu pun dalam menjalankan usaha konsinyasi. Berikut ini beberapa kelebihan dan kelemahan dalam penjualan konsinyasi yang perlu Anda ketahui.

1. Kelebihan Penjualan Konsinyasi

A. Bagi pemilik produk atau consignor




  1. a. Memperluas pasar dan menghemat biaya promosi


Dengan melakukan perjanjian penjualan konsinyasi, pihak consignor akan memperoleh keuntungan seperti memperluas pasar dan menghemat biaya promosi. Produk Anda dapat dipasarkan sesuai keinginan Anda di toko atau tempat yang sudah memiliki pelanggan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya promosi di tempat tersebut.
  •         b. Menghemat SDM dan biaya pelayanan

    1. Produk yang dititipkan kepada pihak penjual tentu saja akan dijual oleh mereka. Sehingga Anda tidak perlu melayani konsumen atau pelanggan secara langsung. Dengan demikian cara ini dapat menghemat SDM untuk melakukan pemasaran maupun biaya pelayanan.

                c. Fokus terhadap produk

      Kelebihan selanjutnya yang dapat diperoleh consignor adalah dia dapat lebih fokus terhadap kualitas produk yang akan diproduksinya. Selain itu, Anda juga dapat melakukan inovasi-inovasi agar produk lebih unggul.

      B. Bagi penjual, penyalur atau consignee

               a. Dapat keuntungan tanpa mengeluarkan modal

      Seperti yang diketahui bahwa pihak penjual hanya menjual produknya saja sehingga dia akan mendapatkan keuntungan tanpa mengeluarkan modal. Biasanya penjual akan menambahkan harga dari harga yang ditetapkan. Tambahan harga tersebut merupakan keuntungan yang akan diperoleh. Selain itu, pihak penjual juga akan mendapatkan fee dari pihak produsennya.
               b. Risiko kecil
      Kelebihan lain bagi penjual adalah risiko yang kecil. Risiko yang dimaksud yakni risiko jika barang tidak laku. Jika barang tidak laku atau rusak maka consignee tidak akan mengalami kerugian atas produk tersebut, hanya saja pendapatan atau keuntungannya saja uang akan menurun.
               c. Display produk bertambah
      Adanya penitipan-penitipan barang atau produk akan membuat penjual menambah jumlah barang yang dijual dalam display tokonya. Selain itu, penambahan produk tersebut tanpa harus mengeluarkan modal sehingga ini akan sangat membantu penjual untuk mendapatkan keuntungan.

      2. Kekurangan Penjualan Konsinyasi


      A. Bagi pemilik produk atau consignor

      1. a. Risiko kerugian

      Adapun risiko kerugian yang dimaksud disebabkan jika salah dalam pemilihan penjual. Jika penjual yang Anda pilih tidak menjual produk dengan baik atau produk yang ada lakunya sangat lama maka Anda dapat mengalami kerugian. Oleh karena itu, Anda juga harus memastikan penjual atau penyalur atau pihak consignee merupakan penjual yang baik dan dapat diandalkan.
      1. b. Promosi tidak sesuai
      Karena pihak pemilik produk tidak melakukan penjualannya secara langsung, maka ada kemungkinan jika promosi yang dilakukan oleh penjual tidak sesuai dengan yang diharapkan. Ya hal ini wajar jika Anda menitipkan produk kepada toko-toko kelontong, biasanya mereka tidak akan mempromosikan produk Anda. Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat menempatkan SPG di supermarket atau mall. Sementara untuk toko kelontong, dapat Anda berikan tawaran fee atau bonus yang menarik.
      1. c. Uang tidak dapat langsung diterima
      Kelemahan terakhir dari penjualan konsinyasi bagi pemilik produk adalah pembayaran yang tidak langsung atau uang tidak dapat langsung diterima setelah produk terjual. Hal ini karena sistem pembayaran yang ada mengikuti sistem pembayaran dari penjual biasanya per minggu atau per bulan.

      B. Bagi penjual atau consignee

      Sistem penjualan konsinyasi tidak memiliki risiko ataupun kelemahan apapun bagi penjual. Hal ini karena produk yang dijual memang bukan produk mereka sendiri. 
      Itulah penjelasan singkat mengenai usaha konsinyasi, semoga anda mendapatkan pemahaman baru mengenai usaha konsinyasi dan mulai memikirkan untuk melirik sistem penjualan tersebut.

      Subscribe to receive free email updates:

      0 Response to "MENGENAL USAHA KONSINYASI"

      Post a Comment